Website Kesehatan

Artikel-artikel informatif seputar kesehatan bagi awam

Gagal Sembuh Padahal Sudah Terapi Akupuntur? Ini Nih Penyebabnya

Ada banyak orang yang mulai suka dengan terapi akupuntur. Selain pengobatannya yang aman, hasilnya juga terbilang sangat memuaskan. Terapi ini sendiri mulai masuk ke Indonesia melalui orang-orang Cina yang berdagang di Indonesia ketika zaman pemerintahan Belanda. Awalnya, terapi ini tidak begitu diminati karena Indonesia juga memiliki pengobatan alternatif khas Indonesia. Barulah, seiring kemajuan zaman, terapi ini mulai dikenal banyak orang dan saat ini sudah ada banyak klinik akupuntur di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan tempat-tempat lainnya.

Jumlah pasien yang berkunjung klinik akupuntur per harinya juga tergolong cukup banyak. Hal ini membuktikan bahwa pengobatan ini cukup digemari di kalangan masyarakat luas. Sayangnya, beberapa pasien mengeluhkan hasil yang didapat karena mereka gagal sembuh padahal sudah melakukan beberapa kali pengobatan. Dalam hal ini, kesalahan bisa saja dilakukan oleh terapis karena ketidakprofesionalan dan kemampuan yang belum memadai. Di samping itu, kesalahan juga bisa datang dari para pasien apabila mereka melakukan hal-hal berikut:

gagal

Tidak rutin melakukan terapi

Perlu diketahui bahwa terapi akupuntur tidak bisa memberikan hasil instan. Itu artinya bahwa pengobatan alternatif ini membutuhkan proses untuk benar-benar mendapatkan hasil maksimal. Lamanya terapi juga tergantung pada jenis penyakit yang diderita. Misalnya, jika untuk terapi akupuntur kecantikan wajah, terapi dilakukan 5-8 kali atau bisa lebih sedangkan untuk terapi akupuntur obesitas, dilakukan lebih dari 8 kali terapi. Terapi bisa dilakukan 2-3 kali dalam seminggu. Nah, bagi pasien yang melakukan terapi 2 minggu sekali atau 10 hari sekali, tentu hasilnya tidak akan pernah maksimal. Syaraf yang tadinya mulai berfungsi, justru kembali kejang atau kaku lagi karena tidak adanya terapi.

Untuk itu, pastikan untuk tidak malas melakukan terapi. Lakukan terapi sesuai saran terapis agar hasilnya maksimal dan tidak mengecewakan.

Tidak menaati pantangan dari terapis

Selain faktor genetik, kebanyakan penyakit disebabkan karena kebiasaan buruk yang dilakukan, seperti merokok, minum minuman beralkohol, dan mengkonsumsi terlalu banyak makanan junk food. Ketika melakukan terapi akupuntur, para pasien akan dilarang oleh terapis untuk tidak melakukan kebiasaan buruk tersebut sesuai dengan penyakit yang diderita. Misalnya, jika pasien mengidap obesitas, terapis akan melarang pasien untuk mengkonsumi makanan-makanan cepat saji. Sayangnya, kebanyakan pasien yang sedang dalam masa pengobatan alternatif ini banyak yang membandel. Mereka tidak menaati pantangan dan alhasil, hasil pengobatan ini tidak pernah tampak.

Tidak mau berolahraga

Berolahraga memiliki beragam manfaat, salah satunya adalah membuang racun di dalam tubuh. Ketika melakukan pengobatan ini di klinik akupuntur Kebon Jeruk atau klinik akupuntur lainnya, pastikan untuk rajin berolahraga agar racun di dalam tubuh dapat berkurang secara optimal dan kesehatan tubuh akan kembali membaik. Olahraga tidak harus yang susah atau menguras banyak tenaga. Mulai dari yang dianggap gampang terlebih dahulu, seperti jogging, bersepeda, lari, senam, atau berenang. Pastikan bahwa tidak asal-asalan dalam melakukannya agar tidak terkilir, keseleo, atau terluka. Lakukan pemanasan dan pendinginan sebelum dan sesudah olahraga agar otot tidak kejang. Bagaimana dengan penderita stroke atau jantungan yang tidak bisa berolahraga seperti biasa? Jangan menyerah begitu saja karena ada banyak cara untuk menggerahkan bagian anggota tubuh. Sebagai contoh, jalan kaki tanpa sandal di pagi hari dan atau mengikuti senam jantung agar syaraf-syaraf dan aliran darah yang tadinya bermasalah dapat bekerja seperti biasanya.

Tags: ,

There are no comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *