Website Kesehatan

Artikel-artikel informatif seputar kesehatan bagi awam

Akupuntur vs. Akupresur

akupuntur vs akupresur

Penyakit mengintai setiap saat. Bahkan, peluangnya makin besar apabila mengingat saat ini makin beragamnya makanan instant yang menggoda, meningkatnya kendaraan bermotor, semakin minimnya ruang terbuka hijau, meningkatnya kecanggihan teknologi, serta maraknya tindakan seks bebas. Upaya untuk meminimalisir peluang penyakit yang makin beragam saat inu adalah dengan hidup sehat yakni dengan menjaga pola makan (menghindari junk food, mengurangi makanan setengah matang, memperbanyak konsumsi buah & sayur, dan makan tepat waktu), melakukan olahaga minimal 3 kali dalam seminggu entah dengan bersepeda, berlari, berenang, atau pun sekedar berjalan kaki, serta istirahat yang cukup idealnya 7 sampai 8 jam setiap harinya.

Sudah berupaya menerapkan pola hidup sehat, tapi penyakit tetap muncul bagaimana? Ini diluar kuasa. Langkah terbaiknya adalah sesegera mungkin mengobatinya. Semakin dini mengobati penyakit yang diderita, peluang kesembuhan makin besar. Akupuntur & akupresur, dua metode pengobatan tradisional yang tidak patut diremehkan. Meski terbilang jadul, dua pengobatan ini sampai sekarang masih terbukti manjur. Dari keduanya, mana yang lebih baik? Semuanya sama-sama patut diperhitungkan. Namun, ada beberapa perbedaan mencolok dari keduanya yang bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan:

Media yang digunakan

Akupuntur & akupresur menggunakan media yang berbeda. Akupuntur menggunakan jarum sebagai media pengobatan, sedangkan akupresur memanfaatkan jari. Terapis akupuntur bakal menusukkan jarum yang steril pada titik yang dianggap dapat mengatasi penyakit yang diderita pasien. Misalnya, pada area dahi untuk sakit kepala atau migrain, bagian telinga untuk membebaskan perokok aktif, area perut untuk menurunkan nafsu makan, untuk meningkatkan kesuburan pada perut, punggung, atau kaki, mencegah stroke pada ujung jari kanan & kiri, mengurangi rasa mual bagi penderita kanker pada bagian perut, dan masih banyak lagi.

Bagaimana dengan akupresur? Bagian tubuh yang menjadi titik fokus akupresur umumnya tangan kanan/kiri serta kaki kanan/kiri. Di kaki kanan/kiri ada titik akupresur yang menghubungkan pada paru-paru, jantung, ginjal, kelenjar tiroid, sinus, pankreas, serta otak. Tangan kanan/kiri akan menghubungkan pada lever, lambung, usus besar & kecil, dan masih banyak lagi. Terapis akan menekan titik yang dianggap bisa menghubungkan dengan penyakit yang diderita pasien.

Tingkat presisi  

Dilihat dari tingkat presisi, akupuntur memerlukan presisi yang tinggi. Jika salah titik atau tingkat kedalaman tidak tepat, akan sangat berbahaya bagi pasien. Oleh karenanya, tidak sembarang orang bisa menjadi terapis akupuntur. Pertama, harus mendapatkan pendidikan formal akupuntur yang sudah banyak ditawarkan di universitas tanah air. Kedua, punya Surat Terdaftar Pengobat Tradisional (STPT) dan Surat Ijin Pengobat Tradisional (SIPT).

Untuk terapi akupresur sendiri tidak perlu memerlukan presisi yang tinggi. Meski tetap saja bakal berpengaruh pada penyakit yang diderita pasien tidak ada perubahan karena tidak tepat titik pemijatannya. Makanya, jika tertarik melakukan akupresur untuk mengobati nyeri haid, susah tidur, sesak nafas, sembelit, kelelahan, nyeri tulang belakang, atau lainnya pastikan terapis sudah memiliki surat izin dari dinas kesehatan.

Resiko

Dari sisi resiko, akupuntur menawarkan resiko yang lebih tinggi. Tidak lain karena akupuntur menggunakan jarum atau melukai bagian tubuh tertentu. Resiko pada akupuntur dapat makin besar apabila ketiga faktor berikut:

  • Jarum akupuntur sudah dipakai berulang lagi, yang mana dapat memicu penyakit hepatitits atau HIV/AIDS.
  • Penusukan jarum pada kedalaman yang salah akan membuat infeksi pada bagian dalam tubuh.
  • SOP tidak diterapkan sehingga kulit pasien memar, nyeri, dll.

Meski begitu, dampak positif dari terapi akupuntur biasanya bertahan lama bahkan permanen. Kalau akupresur biasanya cepat hilang sehingga harus dilakukan berulang kali.

There are no comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *